Posts

Cuman Cerita

Halowww, lowww, loww, lowwww, lowww.... It's been a while gue ga nulis di blog ini wkkwkw  almost 4 years ternyata ini blog ga gua buka-buka 😅 btw, akhir-akhir ini gua lagi denger cerita yang bikin shock. Mulai dari kerjaan gua yang belom capai target sampe gua denger ada orang yang gua liat hidupnya enak, bisa beli ini itu, tapi ternyata duitnya bukan dari duit halal njir. Gua sempet ngerasa insesurrrr, "kok gua kerja dari pagi ke malem, duit gua ga sebanyak dia." Ehh, ternyata emang kalo yang ga halal dapetnya cepet ya ges ya, tapi pergi nya juga cepett (ini valid no debat sii wkwkkwwk). Jadi, ya bersyukur aja layahh apa yang udah didapet sekarang, pekerjaan yang di punya, pendapatan yang ada, keluarga, temen, pacar yang sayang. Disyukuri sajaa ya sayyyyyyy. Sekian julidnya WKKWKWK  Nah, kali ini gua cuman mau sharing soal hubungan. Finaleh, gua udah punya pacar ges sekaranggg dan sudah 2 tahun lebih gua jadian. Gua bersyukur punya doi, gua berasa punya temen ngobrol, ...

Kasih Yang Memampukan

Aku sering mendengar cerita orang tentang Ayah. Mereka bercerita kalau Ayah adalah seorang laki-laki yang murah hati, seorang yang tegas namun memiliki hati yang lembut. Katanya, Ayah itu melindungi putri kecilnya dari laki-laki nakal. Kata orang juga, Ayah itu adalah cinta pertama dari anak perempuannya. Penyayang dan ia adalah laki-laki yang sempurna di mata anak perempuannya.  Tapi, apakah semua itu benar ? Apakah semua Ayah adalah seorang pahlawan ?  Apakah semua Ayah sudah menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam keluarga? Sepertinya Tidak ! Dan Memang Tidak ! Sepertinya, aku tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang Ayah. Bahkan, berjumpa saja rasanya mustahil. Dulu, aku membenci seorang Ayah. Merasa kecewa dengan apa yang sudah dilakukan terhadap kami. Merasa, kalau semua laki-laki akan memperlakukan hal yang sama kepada perempuan dan anak perempuannya. Sempat ingin merasakan kasih dari seorang Ayah, tapi jika diingat kembali bagaiman...

Rindu

Hai kamu ? Apa kabar ? Lama tak jumpa ya :) Rasanya rindu untuk melihatmu kembali.  Siapa ? Iya kamu, yang sedang membaca tulisan ini.  Aku berdoa dan percaya kalau Tuhan selalu melindungimu. Kira-kira sekarang sudah masuk minggu ke lima tentang wabah Covid-19 ini di Indonesia.  Banyak tempat belanja, tempat wisata hingga tempat ibadah yang di tutup untuk menghindari kerumunan orang banyak guna memperkecil kemungkinan tertularnya si virus ini. Cukup tempat-tempat di atas aja yang di tutup, hati kamu jangan yaa :') Ketika pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan ibadah bersama dalam satu tempat, rasanya sedih deh. Rasanya itu kaya udah ngebut untuk ikut ujian di kampus, tapi telat karena macet di jalan :'(.  Hari demi hari dilalui dan rasa rindu untuk tertawa, bernyanyi dan menaikkan pujian bersama semakin terasa.  Setiap kejadian yang terjadi di bumi ini pasti ada dua sisi, ada yang positif dan sebalikn...

Telor Gabus

Halo bagaimana kabarmu ? Baik-baik saja kan ? Yaaa, di luar sana sedang ramai memperbincangkan sebuah wabah yang melanda seluruh dunia. Aku berdoa untuk kamu, agar kamu selalu sehat dan sukacita :) Beberapa bulan lalu untuk kedua kalinya aku harus masuk Rumah Sakit dengan diagnosa yang sama :'). Aku percaya segala sesuatu yang terjadi pasti ada hal baik yang dapat ku ambil dan di terima. Yaaaa, sakit kali ini membuatku berkata "Aku bersyukur masih ada sampai saat ini". Sebenernya bingung sih mau mulai dari mana, tapi kalau sama kamu kayanya udah ga bingung deh mau mulai dari mana *eaakkk (bercanda dimulai, biar ga kaku aja kaya kanebo kering). Maree kita coba untuk serius hahaha. Awalnya aku merasa kurang nyaman di daerah lambung. Malam sebelum tidur aku makan makanan yang cukup pedas dan nasinya dikit, ceritanya takut gendut getoo wkwkwk. Kira-kira jam setengah dua pagi, daerah lambung semakin ga nyaman. Akhirnya buang-buang air dan muntah-muntah, sampai minum...

Ga Sempurna

Hai, this is the first time ku menulis di blog ini. I feel happy deh :) Secara random lagi mau nulis tentang keluarga nih ! Pertanyaan yang sering banget nimbul di dalam benakku adalah begini ya rasanya berkorban di dalam keluarga ? Dalam berkeluarga yang ku tau itu, ga ada satupun keluarga yang sempurna. Yaaaa, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan dan milik wanita *hahaha (lah dia bercanda) Suami harus berkorban untuk istri dan anak. Istri harus berkorban untuk suami dan anak. Anak pun harus berkorban untuk orang tua. Yang di korbanin apa sih ? Perasaan, waktu, ego, uang, dan masih banyak hal yang harus dikorbankan untuk keluarga. Selisih paham, aku rasa sebuah hal yang wajar dalam sebuah keluarga. Sebuah bumbu penikmat dalam berkeluarga, yang terpenting bagaimana respond kita terhadap permasalahan tersebut. Mau menyelesaikan atau di diemin aja? menganggap semuanya selesai tanpa di bicarakan lagi, akhirnya di pendem yang semakin lama akan menumpuk dan ibara...