Kasih Yang Memampukan

Aku sering mendengar cerita orang tentang Ayah. Mereka bercerita kalau Ayah adalah seorang laki-laki yang murah hati, seorang yang tegas namun memiliki hati yang lembut. Katanya, Ayah itu melindungi putri kecilnya dari laki-laki nakal. Kata orang juga, Ayah itu adalah cinta pertama dari anak perempuannya. Penyayang dan ia adalah laki-laki yang sempurna di mata anak perempuannya. 

Tapi, apakah semua itu benar ?
Apakah semua Ayah adalah seorang pahlawan ? 
Apakah semua Ayah sudah menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam keluarga?

Sepertinya Tidak !
Dan Memang Tidak !

Sepertinya, aku tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang Ayah. Bahkan, berjumpa saja rasanya mustahil.

Dulu, aku membenci seorang Ayah. Merasa kecewa dengan apa yang sudah dilakukan terhadap kami. Merasa, kalau semua laki-laki akan memperlakukan hal yang sama kepada perempuan dan anak perempuannya. Sempat ingin merasakan kasih dari seorang Ayah, tapi jika diingat kembali bagaimana Ayah memperlakukan kami, hal itu membuatku berpikir berulang kali untuk berjumpa dengan Ayah.

Yaaa, memang aku berharap ga akan mau berjumpa dengan Ayah.

Tapi, sampai suatu hari, aku bertemu seorang Ayah. Seorang Bapa yang hangat dan penyayang. Bahkan, tidak hanya kepada seorang anak perempuannya. Tetapi kepada semua orang.

Seorang Bapa yang tegas namun lembut. Bapa yang mengajariku bagaimana caranya untuk memgampuni dan bagaimana caranya untuk mengasihi. Ya, karena Bapa sudah lebih dahulu mengasihiku. Bapa menerimaku sebagai anak perempuan yang apa adanya. Bapa menerimaku dengan segala kelemahanku. Bapa juga yang mengajariku bahwa "kasih dapat memampukan segala hal, ia lembut dan penyayang. Ia tetap berada di tempat yang sama, meskipun memiliki pilihan untuk pergi. Ia sabar dan murah hati."

Bapa yang memulihkan keadaan.
Bapa yang memulihkan setiap hati yang rusak.
Bapa yang mengasihi tanpa syarat.
Ya, Bapa yang sudah merelakan nyawanya bagi aku, kamu dan semua orang. Ia sudah menyelamatkan.

Sampai akhirnya aku dapat bersyukur memiliki seorang Ayah yang sempat mencintai ibuku walaupun sebentar. Aku bersyukur dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap kami.

Ayah berhasil mendidikku untuk menjadi anak perempuan yang kuat, menjadi anak perempuan yang mandiri, menjadi anak perempuan yang harus bertahan dalam keadaan apapun. Ayah juga mengajariku untuk mengasihi tanpa syarat.

Rasa rindu sering datang menghampiriku untuk berjumpa denganmu. Aku selalu berdoa untuk kita segera berjumpa. Aku akan berkunjung ke Negaramu, memelukmu, dan mengucapkan terimakasih karena Ayah, aku ada di sini dan berjumpa dengan seorang Ibu yang sangat hebat.

Yaaaa, aku mengasihi mu Pa 👨‍👩‍👧

Blessed, Joyful & Free 🌻
(yh)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cuman Cerita

Rindu