Telor Gabus

Halo bagaimana kabarmu ?
Baik-baik saja kan ?
Yaaa, di luar sana sedang ramai memperbincangkan sebuah wabah yang melanda seluruh dunia.
Aku berdoa untuk kamu, agar kamu selalu sehat dan sukacita :)

Beberapa bulan lalu untuk kedua kalinya aku harus masuk Rumah Sakit dengan diagnosa yang sama :'). Aku percaya segala sesuatu yang terjadi pasti ada hal baik yang dapat ku ambil dan di terima.

Yaaaa, sakit kali ini membuatku berkata "Aku bersyukur masih ada sampai saat ini". Sebenernya bingung sih mau mulai dari mana, tapi kalau sama kamu kayanya udah ga bingung deh mau mulai dari mana *eaakkk (bercanda dimulai, biar ga kaku aja kaya kanebo kering).

Maree kita coba untuk serius hahaha.

Awalnya aku merasa kurang nyaman di daerah lambung. Malam sebelum tidur aku makan makanan yang cukup pedas dan nasinya dikit, ceritanya takut gendut getoo wkwkwk. Kira-kira jam setengah dua pagi, daerah lambung semakin ga nyaman. Akhirnya buang-buang air dan muntah-muntah, sampai minum air hangat pun udah ga bisa :'(

Pagi harinya, hari itu adalah hari jumat ada pekerjaan yang harus di selesaikan, jadi memutuskan untuk tetap masuk kantor. Ketika mau beranjak dari tempat tidur, seketika dari ujung kaki sampai ujung kepala semua terasa kaku dan semua penglihatanku terasa gelap. Pada saat itu juga, aku hanya bisa duduk dan bilang "Mi, ga kuat. Tolong, semua badanku terasa kaku" dalam hatiku pun berdoa "Tuhan, jika memang sudah waktunya aku kembali kepadaMu, aku berserah".

Karena merasa bener-bener ga kuat, akhirnya aku memutuskan untuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Ke dua kalinya aku harus di rawat di Rumah Sakit dan ruangan yang sama :'(

Yang membedakan sakit kali ini dengan sakit sebelumnya adalah aku harus bisa mengurus diriku sendiri di Rumah Sakit tanpa di temani mami. Yaaa, karena mami juga lagi kurang sehat. Dengan berat hati dan sangat sedih, aku bilang ke mami kalau aku akan baik-baik saja dan aku bisa mengurus diriku sendiri. Jadi, mami ga perlu sering ke Rumah sakit untuk merawatku. Karena menurutku yang lebih penting adalah kesehatan mami, karena mami sudah memiliki usia lanjut :')

Ketika aku sendiri, sering kali ga terasa air mata turun membasahi pipi. Tanpa disadari juga ternyata hatiku berkata, "Tuhan kenapa sakit lagi ya ? tanganku harus di tusuk lagi, dan bengkak. Ini sakit Tuhan. Dan aku harus mengurus diriku sendiri tanpa di bantu orang lain".

Pada hari ke dua di rawat, dan dalam keadaan yang cukup down. Tiba-tiba seorang sahabatku video call melalui WhatsApp. Sebut saja sahabatku namanya Mawar, tapi bukan Mawa de Jongh ya nanti kamu di tinggal pas lagi sayang-sayangnya wkwkwk *Jadi mau nyanyi kann hahahha

Jauh dari ujung telepon, kira-kira seperti inilah percakapan kami :
"Tebak, aku beli apa untuk kamu ?"
"Kamu beli apa ?"
"Tebak dong, cluenya manis, pokoknya kamu kepengen banget waktu kita pergi ke carefour, tapi kamu ga bisa makan karena tutupnya ga bisa dibuka"
"Haa?? Apa ya ? Aku lupa loh beneran"
"Ahhh, kamu mahhh. Coba tebak dong. Pokoknya beberapa bulan lalu kan kita ada pergi kesana, dan kamu bener-bener kepengen banget"
*Mikir sebentar, padahal temennya lagi sakit ya. Masih aja di suruh mikir, untung aku baikk, hmm..... hahahhaha
Tingg!!! dapat hikmat dari Tuhan
"Ooooohhhh, aku taauuuuuu itu apaaaa !!! jawabannya adalah TELUR GABUS, aku bener ga ?"
"Yaaaaaaa, kamu benerrrrrrrrrr"

Kamu tau ? seketika perasaanku yang awalnya down menjadi sebuah sukacita. Yaaa, aku memang suka banget sama telur gabus. Padahal, kejadian kami pergi bersama sudah beberapa bulan berlalu, bahkan aku sendiri pun lupa apa yang pernah aku perkatakan tapi sahabatku masih saja mengingatnya dengan baik. Bahkan, di waktu yang tepat.

Melalui kejadian ini, aku menulis untuk kamu dan mengingatkan kamu.

Sama seperti Bapa di Sorga, mungkin seringkali kita berdoa sama Tuhan dan memberitahu Bapa segala keingingan kita. Mungkin banyak Doa yang kamu ceritakan ke Bapa dan belum di jawab. Percaya deh, Bapa akan menjawab Doa mu pada waktu yang tepat. Kalau aku sudah mendapatkan telur gabus di waktu sebelumnya, mungkin aku akan terus sedih ketika aku sakit. Tapi, nyatanya Bapa terus menghiburku melalui orang-orang terdekat dan dia menjawab setiap apa yang ku doakan di waktu yang tepat.

Jadi, jangan bosen untuk berdoa sama Bapa dan kiranya Damai Sukacita terus turun di atas kamu dan keluargamu :)

Blessed, Joyfull & Free :)
(yh)

Note :
Ga terasa, ternyata tulisanku kali ini cukup panjang. Semoga kamu ga bosen membacanya yaaaa hahahha

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cuman Cerita

Rindu

Kasih Yang Memampukan